Daftar Gedung Bioskop untuk Area Semarang dan Sekitarnya

Aktivitas menonton film sudah menjadi media hiburan paling dicari oleh masyarakat modern saat ini. Banyak gedung-gedung bioskop yang bertebaran di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogya, Medan, dan lain sebagainya. Tempat hiburan ini menjadi tempat teramai selain tempat karaoke. Tidak seperti berbelanja dan tracking alam, aktivitas dalam ruangan ini dipilih sebagai alternatif pilihan dalam mengusir kebosanan dan kejenuhan akibat penatnya bekerja atau belajar dengan nuansa bersantai.

Bioskop memiliki daya tarik yang kuat khususnya untuk para kaula muda dan dewasa. Seakan memiliki daya magis, tempat ini selalu saja dibanjiri penonton khususnya saat release nya film-film Box Office dan di waktu liburan. 

Saat ini, dalam pembelian tiket bioskop, dapat dilakukan dengan cara online yakni melalui sebuah aplikasi atau situs resmi. Hal ini bertujuan untuk memudahkan para penonton dalam mendapatkan tiket tanpa harus mengantri dan bermacet-macet di jalan raya. Tentu hal ini memberikan kepraktisan bagi penonton setia bioskop di Indonesia. 

Sejarah bioskop

Ref by Ensiklopedia : Bioskop di Indonesia pertama kali dibangun pada tahun 1900, di bulan Desember. Gedung pertama terletak di Jl. Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Bermula dari Lapangan Gambir, bangunan bioskop pada waktu itu masih menyerupai bangsal dengan dinding triplek dan beratapkan seng. Kondisi ini tentu jauh berbeda dengan bioskop pada saat ini yang jauh lebih modern. Pada masa itu, setelah pemutaran film selesai, bioskop tersebut dibawa keliling menuju satu kota ke kota lainnya. Dengan kata lain, sifat dari bioskop tersebut adalah non-permanen. Bioskop ini dikenal dengan istilah Talbot. Talbot adalah nama dari pengusaha bioskop pada masa itu. Selain bioskop ini, rupanya banyak bioskop-bioskop lainnya yang tersebar di sudut-sudut Kota Jakarta, seperti Bioskop Jules Francois de Calonne, Bioskop Elite, Bioskop Rex, Bioskop Cinema, Bioskop Astoria, Bioskop Capitol, Bioskop Centraal, Bioskop Rialto, Bioskop Surya, dan masih banyak lainnya.


Film-film yang diputar pada saat itu adalah film tanpa suara (mute movie), dengan background musik orkestra. Beberapa film yang terkenal pada masa itu antara lain Fantomas, Charlie Chaplin, Max Linder, Arsene Lupin, Zigomar, Tom Mix, dan lain sebagainya. 
Kemudian bioskop mulai berkembang pada tahun 1951, yakni dengan diresmikannya Bioskop Metropole dengan kapasitas 1.700 audiens dilengkapi fasilitas bertingkat 3 dengan ruang dansa dan kolam renang. Kemudian pada tahun 1955, dibukalah Bioskop Indra yang terletak di Kota Pelajar Yogyakarta dengan konsep toko dan restoran. 

Kemajuan pesat gedung bioskop mulai terlihat pada tahun 1990-an. Dimana pada masa itu produksi film nasional mencapai 112 judul. Selain itu, 3 tahun sebelumnya yakni pada tahun 1987 terciptalah bioskop dengan konsep sinepleks atau gedung dengan satu layar. Menariknya lagi, gedung ini bukan hanya berfokus pada bioskop saja, namun sudah dilengkapi toko-toko dan pusat perbelanjaan seperti keadaan saat ini. 

Kepopuleran sinepleks ini, ternyata menyedot perhatian bioskop-bioskop lainnya. Pada tahun akhir 1990-an, bioskop dengan nuansa sinepleks ini mulai menjamur di berbagai kota besar di Indonesia dengan puncak kejayaan yaitu mencapai 3.048 layar. 

Dan di tahun 2000-an, muncullah 2 pengelola bioskop yang terkenal bahkan sampai saat ini yakni 21 Cineplex dengan bioskop 21, XXI dan The Premiere serta jaringan Blitzmegaplex. Dan di tahun 2000 pertengahan, mulai masuk perfilman luar negeri yang meramaikan perfilman bioskop di Indonesia. Perkembangan ini nyatanya menjadi saksi bahwa teknologi membutuhkan waktu yang bertahap untuk mengembangkan dirinya. 

Daftar bioskop area Semarang

Berikut ini beberapa gedung bioskop yang tersebar di area Semarang, Jawa Tengah di tahun 2020 : 
  1. Transmart Setiabudi XXI
    Bioskop ini terletak di Jl. Setia Budi No. 208, Srondol Kulon, Kec. Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Khususnya yakni di pusat perbelanjaan Carrefour. 
  2. Paragon XXI
    Paragon XXI terletak di Paragon City Mall yang beralamat di Jl. Pemuda, No. 119, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah.
  3. Citra XXI
    Citra XXI terletak di Mall Ciputra (Lt.2) yang beralamat di Jl. Simpang Lima No.1,  Pekunden, Kec. Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah.
  4. XXI DP Mall
    XXI DP Mall beralamat di Jl. Pemuda No. 142, Sekayu, Kec. Semarang Tengah, Semarang, Jawa Tengah.        
  5. Cinepolis Java Mall
    Cinepolis Java Mall terletak di Jl. MT Haryono No.992-994, Lamper Kidul, Kec. Semarang, Selatan, Semarang, Jawa Tengah.
  6. Bioskop Cinema XXI Citraland
    Cinema XXI Citraland terletak di Jl. Simpang Lima, Pleburan, Kec. Semarang Selatan, Semarang, Jawa Tengah.
  7. Cinema XXI Majapahit
    Cinema XXI Majapahit terletak di Plamongan Sari, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah. 


Lokasi-lokasi diatas, hanya sebagian dari keseluruhan cinema atau bioskop yang tersebar di Kota Semarang, Jawa Tengah. Secara umum, bioskop-bioskop ini memiliki gedung yang besar (jadi 1 dengan pusat perbelanjaan), namun ada juga bioskop yang memiliki gedung sendiri yakni gedung khusus area menonton saja. Seperti gedung bioskop XXI di Jalan Solo, Yogyakarta. 

Jika anda berada di wilayah tersebut, anda dapat mengunjungi gedung bioskop terdekat kapanpun anda inginkan. Seperti yang kita tahu, bioskop merupakan tempat yang menyajikan film non-Series dengan fasilitas layar yang besar dengan suara yang menggelegar. Teknologi yang digunakan adalah Proyektor dan Screen besar dengan teknologi modern. 

Gedung bioskop didesain sedemikian rupa untuk mewujudkan tempat ternyaman untuk menonton film layaknya gedung privasi. Kita dapat menikmati tayangan film favorit bersama orang-orang tersayang baik teman, keluarga, bahkan pasangan hidup. 

Lighting yang gelap mampu menampilkan gambar pada layar dengan sangat jelas. Selain itu, kontras yang dihasilkan juga sangat bagus sehingga kita dapat melihat video dengan kualitas gambar paling baik. Bioskop merupakan Home Theatre kapasitas besar dengan non privasi atau dibuka untuk umum. Jadi dapat dikatakan cinema di bioskop merupakan Public Theatre yang dapat dinikmati semua orang tanpa batasan usia. Yang membatasi usia adalah genre dari film yang ditayangkan. Dimana setiap film pasti diberi tanda rating umur yang pas untuk film tersebut, jadi apabila dikhususkan untuk dewasa (18+), maka anak dibawah umur tidak direkomendasikan untuk  menonton film ini. Hal ini berarti pengelola bioskop sangat memperhatikan keamanan dalam memberikan layanannya kepada pelanggan dan masyarakat. 

Mengenal proyektor sebagai alat proyeksi film 

Proyektor merupakan suatu perangkat multimedia yang menggunakan lampu sebagai sumber cahaya utamanya untuk dapat menampilkan gambar ataupun video kedalam sebuah layar lebar. Layar penangkap dari proyektor sering dinamakan dengan sebutan Screen Projector. 

Proyektor terbagi menjadi beberapa tipe dan jenis yang diklasifikasikan berdasarkan cara kerjanya. Dari tipe dan jenis ini, kita dapat menentukan proyektor mana yang paling cocok untuk acara kita. Kita mengenal proyektor DLP atau Digital Light Processing, kemudian LCD atau Liquid Crystal Display, dan terakhir LED atau Light Emitting Diode. Masing-masing dari proyektor ini memiliki spesifikasi dan sifat yang berbeda-beda. 

Yang paling kontras untuk membedakan antar ketiganya adalah media yang digunakan untuk menayangkan sebuah gambar pada layar. Jika DLP menggunakan chipset dalam menampilkan gambar, sedangkan LCD proyektor menggunakan bohlam lampu, dan LED proyektor tidak menggunakan lampu sebagai sumber cahaya utamanya. 

Proyektor menggunakan Lumens sebagai standar satuan ukuran tiap tipenya. Semakin tinggi tingkat kecerahan (lumens), maka semakin baik dan cerah pula gambar yang dihasilkan pada layar. 
Selain proyektor, ada media lain yang harus digunakan sebagai media tangkap dari proyektor. Alat atau media ini sering disebut dengan screen atau layar proyektor. Screen proyektor memiliki tipe yang beragam dan ukuran yang beragam pula. Ukuran dan tipe ini dapat menjadi acuan keputusan sebelum anda menggunakannya.  

Untuk menonton film, kita dapat menggunakan proyektor berbasis DLP atau proyektor mini dengan layar yang disesuaikan dengan tingkat lumens yang digunakan. Semakin tinggi lumens pada proyektor, maka semakin besar pula layar yang digunakan. Anda juga dapat membuat Home Theatre (bioskop mini) di rumah anda dengan proyektor pilihan yang sesuai dengan kapasitas ruang anda. 

Menonton film dengan menggunakan proyektor, akan jauh menjadi lebih menyenangkan daripada tanpa menggunakan proyektor. Anda dapat membagi pengalaman menonton anda bersama orang-orang tercinta dan terdekat anda. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.